Kenapa ada perjanjian pranikah?

35a5a06788ce815ac1ff109fbee9db1a

Kemarin pada saat reunian SMA ada kawan yang mengutarakan niatnya untuk menikah dengan seseorang yang berbeda kewarganegaraan. Kawan saya ini, dengan sedikit bercanda, bilang “nanti buatkan perjanjian pranikah ya” saya pun nyeletuk langsung “siap, biasanya itu tentang pemisahan harta saja”. Kawan-kawan lainya pun bertanya-tanya.

Mengapa perlu perjanjian pranikah?

Kedudukan harta perkawinan dalam perkawinan campuran sangat berkaitan dengan lokasi dimana perkawinan dilakukan. Jika itu dilakukan di Indonesia maka hukum yang berlaku adalah hukum perkawinan Indonesia (UU 1/1974), tetapi jika dilakukan di luar wilayah Indonesia maka hukum yang berlaku adalah hukum di mana pernikahan itu dilakukan. Karena perkawinan campuran menggabungkan unsur asing dan harta perkawinan, maka the Convention on the Law Applicable to Matrimonial Property Regimes tahun 1978 akan berlaku.

Lebih detail, status kepemilikan atas aset tidak bergerak (tanah misalnya) dalam perkawinan campuran tidak dapat dimiliki suami dan istri dalam perkawinan itu, kecuali jika perjanjian pranikah sudah dibuat terlebih dahulu. Meskipun salah satu dari orang dalam pernikahan campuran adalah WNI. WNI tersebut tidak bisa membeli tanah dengan hak milik selama perkawinan karena tanah akan dimiliki bersama dengan warga negara asing setelah mereka menikah. Hal ini bertentangan dengan prinsip kebangsaan yang menyatakan bahwa hanya warga negara Indonesia dapat memiliki hak kepemilikan tanah (vide UUPA 1960).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s