Hukum Kepailitan Belanda (part 1)

unnamedBerdasarkan hukum kepailitan belanda setiap debitor dapat dinyatakan pailit apabila:

  1. Debitor bertempat tinggal atau menjalankan bisnis di Belanda.[1]
  2. Debitor dapat mengajukan permohonan kepailitan sendiri atau menjadi subjek dari permohonan yang diajukan oleh kreditor (termasuk juga kantor pajak)[2], atau untuk alasan kepentingan umum oleh jaksa penuntut umum.[3]

Setiap kreditor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, dapat mengajukan permohonan kepailitan. Ketika persyaratan kepailitan dipenuhi berdasarkan Undang-Undang Kepailitan Belanda, pengadilan akan menyatakan debitor pailit tanpa memperhatikan proses peradilan sebelumnya atau proses peradilan yang sama di wilayah lain.

Dalam kaitan dengan yurisdiksi pengadilan, di Belanda tidak ada pengadilan khusus kepailitan seperti di Indonesia yang menjadi kewenangan pengadilan niaga. Sebagian besar pengadilan di Belanda mempunyai kamar kepailitan tersendiri yang dipimpin oleh hakim yang mempunyai pengalaman dalam kasus-kasus insolvensi. Permohonan kepailitan harus diajukan ke pengadilan dimana debitor bertempat tinggal atau berkedudukan (untuk badan hukum).[4] Debitor asing yang melakukan bisnis di Belanda dapat dinyatakan pailit oleh pengadilan yang berada di wilayah kantor utama dari perusahaan asing tersebut.[5]

Pengujian umum pengadilan yang akan dilakukan sebelum menyatakan debitor dalam keadaan pailit adalah untuk mengetahui apakah fakta-fakta dan keadaan yang ada memenuhi alat bukti yang cukup untuk menunjukan bahwa debitor sudah berhenti membayar utang-utangnya.[6] Akan tetapi, bila pemohon adalah kreditur maka pengadilan akan menguji terlebih dahulu, sebelum pengujian pertama, apakah kreditor berhak mengajukan klaim terhadap debitor.[7]

Permohonan pailit harus menyatakan fakta-fakta dan keadaan yang menunjukan bukti yang cukup bahwa debitor telah berhenti membayar utang-utangnya. Ini dianggap sebagai perkara kepailitan apabila paling tidak ada dua kreditor, salah satu utangnya jatuh tempo dan dapat ditagih dan yang mana debitor tidak dapat membayar, menolak mambayar atau, sederhananya, tidak membayar.[8] Dan disini perlu ditekankan bahwa secara hukum tidak dibutuhkan dukungan dari kreditor-kreditor lainnya untuk pengajuan permohonan pailit.

Sebuah debitur dapat dinyatakan pailit ketika:

  1. Tidak lagi mampu membayar utang jatuh tempo dan harus dibayar tersebut;
  2. Debitur telah berhenti membayar utangnya; dan
  3. Kepailitan yang diprakarsai oleh dua atau lebih kreditur.

Dalam putusan kepailitan di pengadilan, hakim akan menunjuk satu atau lebih kurator dan hakim pengawas, memiliki dampak retroaktif dari jam 00:00 pada tanggal putusan kepailitan. Sejak saat itu, debitur tidak lagi berwenang untuk menjual asetnya. Selama kepailitan, ada sita umum yang mencegah kreditur konkuren dan preferen dalam meminta klaim terhadap aset debitur.

Selain itu, kurator juga dapat menetapkan kerangka waktu dimana aset yang dijaminkan harus dijual oleh penerima jaminan atau penerima gadai. Kegagalan untuk melakukannya oleh pihak tersebut akan mengakibatkan hilangnya hak untuk menyita aset: meskipun penerima jaminan atau penerima gadai memiliki preferensi yang tinggi, mereka harus berbagi dalam biaya kepailitan.

[1] Pasal 2 BA

[2] Pasal 1 paragraf 1 BA

[3] Pasal 1 paragraf 2 BA

[4] Pasal 2 paragraf 1 dan 2 BA

[5] Pasal 2 paragraf 3 BA

[6] Pasal 6 paragraf 3 BA

[7] Peter J.M Declerq, 2002, Netherlands Insolvency Law : The Netherlands Bankruptcy Act and the Most Important Legal Concepts, The Hague, T.M.C Asser Press, page 63.

[8] Peter J.M Declerq, 2002, Netherlands Insolvency Law : The Netherlands Bankruptcy Act and the Most Important Legal Concepts, The Hague, T.M.C Asser Press, page 63.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s