Komentar orang selama KKN

Image

Taufiq A. ( Mas, satu-satunya)

Mas tofiq satu-satunya yang aku panggil mas di koramil. Bukan karena dia lebih tua. Dan tingkah lakunya memang memposisikan dia untuk dipanggil mas. Tentang panggilan ini, sewaktu aku marah sama dia “aku panggil kamu mas cuma karena kamu masuk kampus lebih dulu”. Di antara penghuni koramil lain. Mas taufiq lah yang sering berselisih paham denganku dengan serius. Sewaktu salah satu waktu aku memanggilnya dan meminta tolong dengan kata mas, dia masih bertanya “kamu ngomong sama siapa?”, lalu aku berlalu sambil bicara dengan nada tinggi “di rumah ini cuma ada satu orang yang aku panggil mas!” sambil berlalu meninggalkannya.

Rupanya takdir konflik kami sudah ditentukan sejak pertama kali terbang dari jogja ke sorong. Sewaktu transit di Makassar, dia bermasalah dengan gitarnya yang tidak tertandai untuk transit sehingga harus diurus dan ditandai, aku jadi orang yang terpaksa harus menunggui mas tofik (karena salah satu kawan putra menolak untuk menemaninya) karena kekeuhnya mas tofik yang menolak saranku, kami berdua hampir saja ketinggalan pesawat ke sorong. Itu benar-benar ga lucu. Sewaktu aku dan mas taufik berlarian menuju tempat boarding, bahkan dia lupa menoleh ke belakang untuk memastikan aku mash ada atau tertinggal. Jelas aku ketinggalan jauh. Dan itu menyebalkan. Bener-bener note-able.

Tetapi diluar semua kejadian menyebalkan yang dia lakukan. Honestly, aku bilang dia pemimpin kami yang oke. Focus, dan tegas. Salah, kalo selama di koramil aku bilang dia tidak tegas, nyatanya menurutku dia cukup tegas dan demokratis. Selain itu memang dia suka lose control saat sudah mengantuk. Sayangnya jika ada kesempatan untuk menyampaikan saran untuknya, satu hal yang ingin aku sampaikan adalah “jangan terlalu kaku” role of life tidak seperti garis lurus yang konstan dan terdefinisikan. Seharusnya dia sudah paham hal itu.

Dari perilakunya yang suka mengingatkan  timeline, orang akan langsung tahu kalo dia tipikal orang yang focus pada komitmen dan janjinya. Berpenampilan rapi menjadi keharusan baginya. Ehm, meskipun apapun caranya. Dan berarti banget kalo dia memang pemimpin yang focus pada orientasi terhadap hasil beside process. Persis kaya pemimpin-pemimpin di industri. Bagus memang, tapi anak buahnya sering sakit hati karena diseret-seret memenuhi targetnya untuk kelompok. Hohoho.

Eits jangan salah, orang kaku kaya mas tofik ini juga kadang bisa berwajah lugu. Itu terjadi kalo dia lagi kebingungan dan salah tingkah. Misalnya saat dia piket masak lalu tidak tahu harus membantu apa. Atau misalnya lagi salah tingkah karena selalu dianggap salah (dikeroyok dan diintimidasi). “apa yang saya bilang selalu terlihat salah di mata kamu, saya harus ngapain coba”, lucu juga kalo diingat. Atau bahkan dia akan terlihat garing kalo coba ngelawak. “kamu bilang mulutmu suka berhianat sama otakmu, jangan jangan kamu sering bilang sebel sama aku nyatanya barangkali sebaliknya” huuueeeh. Atau misalnya “kamu sih mas, bawa-bawa stik game jadi adik-adik pada ikutan” nada marah para cewek koramil, “ya jadi gimana dong”, dia mulai pasang wajah helpless. Satu lagi, jangan sekali-kali kasih mik di podium, karena dia kan berbicara panjang lebar kali tinggi, lamiiii. Belakangan aku menyadari sesuatu mengapa aku paling sering berselisih paham dengan mas taufiq adalah karena dia paling mirip karakter (kerja)nya denganku. Berbicara dengan mas taufiq, saya seperti  berbicara pada cermin, ga bakal ada yang mau kalah, tidak aku maupun mas taufiq. Itu baru aku sadari setelaih aini bilang begitu. Dan it was hard to emagine, mengetahui bahwa seorang mas taufiq jogged di dance floor bareng warga, yang lagunya pasti dangdut koplo versi orang-orang papua. Two thumb, entah ke atas atau ke bawah. Hehe.

Satu lagi yang tidak terduga dari mas taufiq, dia suka banget sama quote-quote, kadang memang ga nyambung tapi seringkali memang tauchy. Kayak misalnya yang terakhir kali ia sampaikan pada perpisahan kkn “kami pernah ada di hati saonek, dan saonek pernah ada di hati kami”

Sumber: http://leliasemanggi.wordpress.com/2013/09/24/warna-inspirasi-12-pilar-ugm-untuk-saonek/

Taufiq. Sama kayak Hesa, dia juga di Fakultas Hukum. Dia paling dituakan di sini. Kalau bicara sungguh tertata. Sempet saya pikir, di tim ini cuma dia yang berpendidikan. Yang lainnya lebih kelihatan aneh, gila bin ajaibnya daripada terlihat seperti orang terdidik. Hehe. Tapi kadang dia suka nyebelin juga, sih apalagi kalo lagi ngantuk atau lagi fokus pegang stik PES. Apalagi kalo dia mengomentari saya,”Aini kamu polos banget sih disuruh apa-apa aja mau” di saat saya mengiyakan permintaan tolongnya. Rasanya tuh pengen lempar plastik batagor lagi ke mukanya, tapi sayang di sana kan nggak ada batagor. Kan saya mengerjakan apa yang dia suruh karena saya ngehormatin dia sebagai kormasit. Ck..ck..ck.. Seharusnya saya dapet apreciate, sebab jadi anggota KKN Saonek yang paling nurut,

sumber: http://aiyotsuba.blogspot.com/2013/09/wajah-wajah-keluarga-baru.html

 

Ternyata tanpa disangka dan diduga saya sebegitu nyebelinnya ya…

Bagi para pihak yang merasa dirugikan saya minta maaf…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s