Multy Layer Effect

Istilah ini memang masih asing bagiku, baru tahu ketika diskusi dengan Mas Unggul dari water plan community, ternyata juga alumnus KKN pelawan (KKN percontohan ugm). Beliau dulunya merupakan mahasiswa komunikasi fisipol ugm.

manurut beliaunya Multy layer effect sendiri berkaitan dengan proses penilaian kita terhadap orang lain, apalagi yang masih baru kita jumpai atau kita kenal. Penilaian merupakan hal yang penting dalam komunikasi karena seringkali karena penilaian yang salah terhadap orang lain, kita tak bisa berbicara dengan sepantasnya. Maka dari itu dalam program pemberdayaan masyarakat hal ini menjadi hal yang sangat penting yang harus dipegang oleh setiap individu pelaksana, kayaknya bukan hanya untuk pemberdayaan masyarakat, bisa saja itu ermanfaat pada setiap jengkal kehidupan kita.

Istilah tersebut pada dasarnya menyatakan bahwa dalam setiap perjumpaan/ interaksi dengan orang yang baru akan menimbulkan efek psikologis tersendiri bagi kita dalam menilai orang lain sebagai respon otak terhadap informasi informasi yang masuk. Biasanya dalam interaksi yang terjadi seringkali lebih dari sekali.ini ah yang memberikan gambaran berbeda-beda pada saat ketemu orang yang sama. Pada waktu bertemu Pak RT misalnya, awalnya kita beranggapan dia adalah orang yang keras akan tetapi setelah kesekian kali berinteraksi akan terbentuk respon informasi yang berbeda ketika sadar bahwa beliau keras adalah agar disiplin. Disini kita berkesimpulan bahwa ia adalah seorang yang bertanggung jawab terhadap aturan dan kewajibannya.

Bagi orang pada umumnya first impression tentu sangat menentukan penilaian orang lain, akan tetapi menjustifikasi anggapan kita pada pertemuan pertama tentunya bukanlah sikap yang bijak dalam menilai orang. Masih banyak sisi sisi yang kita sendiri belum mengetahui. Dibalik sikap sikap yang berbeda tentu ada alasan dan dibalik alasan tentu ada latar belakang keadaan yang mempengaruhinya.

Langkah yang paling baik adalah kita sebagai orang yang baru mengenal harus selalu berpikir positif dalam berinteraksi, entah nantinya ketika tabiat aslinya terlihat atau tidak kita sudah melakukan perbuatan yang baik. Boleh jadi lewat perbuatan baik dari kita, orang yang awalnya buruk bisa berubah.

Salam perubahan….

 

Budi Mulia, 27 April 2013

Pukul 20.36

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s