Kontrak Tambang Freeport

Dari semenjak dulu selalu saja isu tambang selalu menjadi menarik perhatian dunia. Mengingat bahwa sumber daya tambang adalah Sumberdaya yang terbatas dan tak dapat diperbaharui dalam waktu singkat. Masyarakat dunia berlomba-lomba untuk mencari sumber-sumber energi maupun bahan tambang lain untuk dikomersilkan. Di Indonesia sendiri persoalan pertambangan sudah menjadi masalah pelik hingga melibatkan berbagai macam elemen masyarakat dalam pembicaraanya. Salah satu yang menjadi perhatian publik adalah perusahaan tambang yang ada di Papua sekitar gresberg dan eastberg…yap PT Freeport. Perusahaan ini sudah lama melakukan usaha tambang di Negara Indonesia semenjak jaman sebelum kemerdekaan.

Usaha tambang freeport pada akhir-akhir tahun ini menjadi perbincangan banyak pihak terkait dengan kontrak tambang yang mengikat Indonesia, yang isinya sangat merugikan Negara ini sebagai Pemegang Hak Menguasai Negara terhadap SDA (Ps. 33 UUD).

Lewat pengesahan UU 4 tahun 2009 tentang Minerba, DPR menghendaki adanya renegosiasi kontrak tambang. Pemerintah sebagai entitas pemegang HMN diwajibkan mengkaji ulang kontrak-kontrak investasi asing yang berkaitan dengan SDA didasarkan pada Ps 169 dan Ps 171 UU A quo. Dalam aturan tersebut disebutkan renegosiasi harus dimulai pada 14 Januari 2010.

Didalam renegosiasi tersebut tentu ada beberapa catatan yang semestinya dijadikan isu strategis dalam menaikan porsi kepentingan nasional, antara lain:

  1. luas wilayah kerja
  2. perpanjangan kontrak
  3. penerimaan negara (pajak dan royalti)
  4. kewajiban divestasi
  5. kewajiban pemurnian dan pengolahan
  6. penggunaan jasa dan barang tambang dari dalam negeri

Hingga saat ini masih ada kontrak warisan dari presiden-presiden RI terdahulu

Perusahaan Jenis Izin Penandatanganan Luas
Freeport Ind Corp KK G -1 7  April 1967 10.000 Ha
Freeport Ind Corp KK G-V 30 Desember 1991 202.980 Ha
Karimun Granit KK  G-II 4 Oktober 1971 2.761 Ha
INCO.Tbk KK  G – II 15 Januari 1996 218.828 Ha
Indominco Mandiri PKP2B  G-1 5 Oktober 1990 25.121 Ha
AnTam Tbk KP 9 Juli 1997 39.040 Ha
Natarang Mining KK  G-IV 2 Desember 1986 12.790 Ha
Nusa Halmahera Min KK  G-VI 28 April 1997 29.622 Ha
Pelsari Tamb Kencana KK  G-VII 19 Pebruari 1998 201.000 Ha
Interex Sacra Raya PKP2B  G -III 20 Nopember 1997 15.850 Ha
Weda Bay Nickel KK  G-VII 19 Pebruari 1988 76.280 Ha
Gag Nikel KK  G-VII 19 Pebruari 1988 15.150 Ha
Sorikmas Mining KK  G-VII 19 Pebruari 1988 66.200 Ha
Antam Tbk KP 7 September 1999 14.570 Ha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s