Demokrasi Deliberatif dan Demokrasi Konsultatif Sosialis

demokrasi-2Awal membaca kata ini memang membuat kita bertanya-tanya apa maksud kata-kata keren yang menjadi embel-embel demokrasi ini. Sering saya dengar pada berbagai diskusi demokrasi politik. Mulanya gagasan ini dicetuskan Jurgen Habermas ,seorang filsuf dan sosiolog dari Jerman dia juga penerus dari Teori Kritis yang ditawarkan oleh para pendahulunya.Nah, dalam pencarian beberapa referensi kata deliberasi berasal dari bahasa Latin deliberatio yang kemudian dalam bahasa Inggris menjadi deliberation. Istilah ini memiliki arti konsultasi, menimbang-nimbang”, atau dalam istilah politik adalah musyawarah🙂. Pemakian istilah demokrasi memberikan makna tersendiri bagi konsep demokrasi. Istilah demokrasi deliberatif memiliki makna yang tersirat yaitu diskursus praktis, formasi opini dan aspirasi politik, serta kedaulatan rakyat sebagai prosedur. Pertanyaannya apakah dengan embel-embel ini bisa menjamin demokrasi tak menggunakan mekanisme voting??

Lebih jauh, teori demokrasi deliberatif tidak memfokuskan pandangannya dengan aturan-aturan tertentu yang mengatur warga, tetapi sebuah prosedur yang menghasilkan aturan-aturan itu.Teori ini membantu untuk bagaimana keputusan-keputusan politis diambil dan dalam kondisi bagaimanakah aturan-aturan tersebut dihasilkan sedemikian rupa sehingga warganegara mematuhi peraturan-peraturan tersebut.Dengan kata lain, demokrasi deliberatif meminati kesahihan keputusn-keputusan kolektif itu.Secara tidak langsung, opini-opini publik di sini dapat mengklaim keputusan-keputusan yang membuat warga mematuhinya.

Di dalam demokrasi deliberatif, kedaulatan rakyat dapat mengkontrol keputusan-keputusan mayoritas. Rakyat dapat mengkritisi keputusan-keputusan yang dibuat oleh orang-orang yang memegang mandat.  Jika berani mengkritisi kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, maka secara tidak langsung sudah menjadi masyarakta rasional. Opini publik atau aspirasi memiliki fungsi untuk mengendalikan politik formal atau kebijakan-kebijakan politik. Jika kita berani mengkritik kebijakan-kebijakan yang legal itu, secara tidak langsung kita sudah tunduk terhadap sistem.

Beralih ke daratan cina dimana sarat dengan sosialisme. Menjadi menarik jika menilik Pidato Hu sepanjang 64 halaman yang seperti biasa sarat dengan terminologi konservatif dan Marxis. Ada sebuah kalimat yang ditemui dalam pidato itu, yakni ”memperbaiki sistem demokrasi konsultatif sosialis”. Kalimat ini tidak sederhana dan sulit dicerna, tetapi dianggap sebagai sinyal perubahan.

Para akademisi mengatakan kalimat ”demokrasi konsultatif” itu ditemukan pertama kali dalam sebuah dokumen penting seperti di pidato Hu. Istilah demokrasi konsultatif itu dianggap sebagai rujukan terhadap sistem demokrasi yang sekarang berlaku di Wenling, kota berpenduduk di 1,2 juta jiwa di Provinsi Zhejiang. Kota ini berada di selatan Shanghai.

Kota ini telah memformulasikan konsultasi publik untuk proyek-proyek publik dan pengeluaran pemerintah di tingkat perkotaan. Artinya, mekanisme ini memungkinkan terjadinya dengar pendapat antara warga dan pemerintah.

Apakah demokrasi ini berbeda dengan demokrasi Indonesia?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s