Forum (agak) Intelektual

Forum Intelektual, itulah nama dari Kelompok Belajar kami yang terlontar dari mulut salah seorang anggota dan semuanya mengamininya. Kaget ya hare gene masih ada belajar kelompok apalagi mahasiswa? Yah terima atau tidak, inilah “ritual” yang memang sudah semenjak semester pertama ketika masuk program S1 kami lakukan Sodara Sodara. Awalnya dimulai dari generasi pertama digawangi oleh saya sendiri Taufiq, Umardani dan Alpan, bertempat di sebuah kamar lantai dua di Kos-kosan Umardani. Kami bersyukur ternyata masih ada juga yang berbaik hati mendiamkan suasana ramai di kosan ini karena memang kamar Dani kami pakai untuk TKP Keributan yang setiap malam kami gelar dan biasanya berlangsung hingga dua minggu lamanya, mungkin kalau saya jadi tetangga kamar si Dani ini pastilah saya udah membuat Somasi ke yang empunya kos-kosan karena sangat gaduh dan asal tahu saja hak untuk hidup tenang sudah dijamin konstitusi kita (entah pasal berapa.hahaha). Alasan kami bisa belajar bersama adalah memang sama-sama bingung dengan materi kuliah baru ini selain itu memang karena kelas yang diambil sama. Memang tak hanya belajar yang kami lakukan, seperti normalnya anak seusia kami -jangan kaget bila tahu kami masih normal- tak hanya materi kuliah yang dibahas persoalan kuliah, anak orang hingga lelucon-lelucon “bodoh” kerap terlontar hingga tengah malam.

Dan asal anda tahu prosesnya yang sebegitu kacau ternyata hasilnya memang diluar ekstasi kami (narkoba dong)…eh salah ekspektasi kami maksudnya. Hasil dari belajar terbukti, dari kami bertiga hanya Alpan yang mendapat nilai B dua biji (genap)…piss Pan. Namun, Alloh Maha berkehendak dan Alloh itu ganjil memang lebih suka pada angka yang ganjil sehingga saya dan Dani dikasih B cuma satu (ganjil). (opo hubungannya) Alhamdulillah J

Selang beberapa bulan, bertambah lagi personelnya yakni Jauhar Ismail, Muh. Arif Kurniawan dan Sigit Wisnu. Dan sudah terbayang makin parah saja “kegilaan” yang dilakukan. Seperti layaknya kelompok belajar bersama –saya sendiri masih ragu ini disebut kempok belajar− kami memang belajar materi kuliah yang telah diajarkan oleh Dosen-dosen kami tercinta. Disinilah kita belajar saling mengisi, karena memang tak semua kepandaian kuliah berkumpul pada satu orang, ada yang lebih paham maka ia akan mengajarkan kepada teman yang lain, prinsip ini sesuai dengan hadits Rasulullah :’Khoirunnas Anfa’uhum Linnas’ (sebaik-baik manusia adalah yang bermafaat bagi sesama). Tak hanya ilmu rupanya yang dibagi disini adapula snack, candaan, kehangatan, persahabatan hingga ilmu perburungan (burung beneran lho). Anda pasti bertanya kok bisa burung masuk ke sana? Saya jawab: Ini bisa terjadi, konon katanya ada salah satu anggota kami sebut saja inisial W seorang pecinta burung dan senang memelihara burung termasuk burung pribadi.lhoh. *_* Anda jawab: “Oooooo” J

Kembali ke topik awal, biasanya waktu efektif belajar kami adalah setelah Isya’ waktu yang cukup malam untuk bisa fokus ke perjalanan keilmuan kami malam itu. Pernah suatu kali ada yang usul diadakan lebih sore agar lebih banyak ilmu yang terbahas. Baru ngeh rupa-rupanya dia sendiri yang ngusulin, lalu dia sendiri yang mencancel.haha….piss Jo.

Ada banyak orang ada banyak pikiran dan kelakuan. Wajar adanya karena yang ada disini punya tabiat dan latar belakang berbeda mulai dari yang rajin dan agak malas, cerewet dan pendiem, banyak ngomong dan ngangguk-ngangguk tapi semua saling memahami.  Adapun Arif yang selama ini agak pendiam menjadi tertular virusnya Alpan jadi agak banyak ngomong. Arif, yang baru-baru ini menjadi punggawa PKBH ini nampaknya paling serius diantara kami dalam perkuliahan terbukti dari kami semua catatan pribadi yang paling lengkap adalah punya Arif….standing applause.plok plok plok. (kira-kira begitulah suaranya)

Dan mungkin saja terlintas di benak anda siapakah kiranya orang yang paling senang atau paling diuntungkan dari belajar kelompok ini? Orangnya tak lain dan tak bukan adalah ‘Bapaknya Si Jo’.sodara sodara. hahah….Kok bisa. Katanya sih (dari anaknya sendiri) bapaknya pernah bilang,” dulu pas Bapak kuliah itu biasa itu belajar kelompok , itu baru mahasiswa, daripada main-main gak jelas” (sori jo redaksi pasnya lupa.he). Maka dari itu ketika Si Jo ini pamitan ke bapaknya mau belajar kelompok, bapaknya tampak mengerutkan dahi lalu memeriksa dahi anaknya dengan telapak tangan seraya berkata: “kamu gak panas kan Jo, atau obatmu habis? gak biasanya belajar kelompok”. Dan akhirnya dengan senyum mengembang bapaknya melepas kepergian Jo dengan bangga bahwa anaknya mau belajar kelompok. Bapaknya berpesan “Jo, belajar ya  yang sungguh-sungguh jangan permalukan bapak” Jo, menjawab”86 pak”. Ajiib. …..Sori jo agak lebay jo.heheh.

Namun tak hanya belajar, kadang gosip-gosip panas pun terlontar dari bibir mereka dan parahnya yang digosipin temen belajarnya sendiri. Gubrak.he…dari masalah kuliah bicara masalah cewek dan keseharian hidupnya. Yah inilah memang bumbu-bumbu dari perkawanan kami. Dahulu kami bisa bersama karena dipertemukan dalam 20 orang terpilih yang bisa masuk Program Sarjana yang lulus tes dari 20 orang yang ikut tes.lho…artinya Cuma tes formalitas kelanjutan dari D3 dulu.

Oya, tambah orang tambah pula topik bahasan kadang ada pula terlontar omongan-omongan yang secara implisit terkesan jorok dan untungnya bisa dinetralisir dengan diskusi masalah agama. Kadang pula dengan guyonan khas dari salah satu orang kami, bisa menyebabkan tertawa terbahak-bahak, terpingkal-pingkal hingga sakit rasanya perut ini menahan sampai ada yang berbusa mulutnya dan harus segera dilarikan ke klinik terdekat (ehrmm. Maaf yang ini agak lebay). Kembali lagi, ritual menyambut ujian ini kami adakan di salah satu kamar anggota kami yakni di kamar Dani. Memang kamarnya memiliki ukuran yang paling besar diantara kami sehingga cocok untuk muat menampung segala banyolan dan candaan kami, menjadi terasa lebih sempit dengan tambahan awak yang lain. Nampaknya kamar itulah yang akan menjadi saksi bisu akan usaha kami menuntut ilmu di Bumi Ngayogyahadiningrat.

Terakhir biar tambah mantab saya mengutip kata Imam Malik dalam sebuah Kitabnya: ” ilmu itu harus didatangi bukan mendatangi” itulah yang menjadi prisip kami semua bahwa mencari ilmu harus ada usaha dan pengorbanan didalamnya tak terkecuali termasuk kawan kami Wisnu yang dibela-belain jalan naik motor pulang pergi (total 60 menit) dari puncak dan juga Si Jo yang rumahnya jauh tak mau ketinggalan kereta belajar bersama. Forum ini memang tak hanya manyuguhkan belajar bersama karena tanpa sadar lebih dari ilmu yang kita dapat disini tapi manisnya persahabatan dan bumbu lainnya yang membuatnya kian nikmat.

Setelah ini ujian ini selesai kami tentunya akan mengambil mata kuliah konsen yang tentunya akan memecah kalompok ini karena beberapa dari kami mngambil konsen yang berbeda satu sama lain. Tetapi jangan nangis…masih ada beberapa mata kuliah wajib yang harus kami ambil dan tak lupa ada PLKH yang bisa jadi sarana berkumpul lagi. Sukses Kawan.

Bersambung…

*11.00 WIB Ditulis diatas meja perenungan, dikala masa-masa menyambut ujian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s