Akhirnya ada juga…

Baru beberapa hari ini ngobrol dengan kawan dan diapun  sedikit berseloroh kecewa karena tak ada satupun beasiswa yang tak dapat ambil selama satu semester kemarin selain itu keberadaan KHS yang masih kosong menjadikan kami seperti mahasiswa “baru”. Beberapa beasiswa memang dipersyaratkan sudah menempuh beberapa SKS sebelumnya adapun untuk beasiswa untuk mahasiswa baru tak berlaku untuk mahasiswa “baru” seperti kami. Tak berselang lama ada Bea PPA yang ditawarkan kampus saya langsung ambil saja seraya berdoa ada beasiswa lain diluar lagi yang bisa diambil. Ternyata doa saya dikabulkan, ada sebuah grup yang menginvite saya masuk secara tak sengaja…ternyata ada Bea Karya Salemba Empat (KSE) yang bisa diambil.

Ini adalah esay yang saya buat secepat kilat sebagai persyaratannya, simpel saja karena maksimal hanya 2 hal saja. saya posting disini biar tambah rame….

Alasan Pemilihan Prodi

Sebelum ujian masuk saya memang sudah berkeinginan ingin mendalami ilmu hukum, yang menurut saya sangat menarik. Seringnya dulu melihat pemberitaan di televisi yang didominasi masalah hukum dan ada beberapa saudara yang pernah mengambil jurusan ini sebelumnya, semakin memberi keyakinan untuk mengambil jurusan ini. Dari situlah pertama-tama yang memotivasi saya untuk mengambil jurusan ini.

Setelah masuk saya semakin yakin memang pilihan saya benar. Semakin belajar hukum semakin menyadari bahwa hukum itu penting. Bila berbicara lebih global, negara kita ini dibentuk atas dasar hukum hingga konstitusi kita menyatakan Indonesia adalah negara hukum, artinya seluruh gerak-gerik negara ini harus didasari atas hukum (rechtstaat), bukan berdasar atas kekuasaan semata (machtstaat). Saking tingginya derajat hukum dalam negara ini, hukum bisa masuk hingga area-area privat (privat law) bahkan sampai hubungan antar negara (international law). Hukum mempunyai bidang yang sangat luas sekali meliputi sektor publik maupun swasta, hingga lulusan Fakultas Hukum pun diberi keleluasaan untuk masuk diberbagai jenis bidang  pekerjaan, maka dari itu terdapat berbagai bidang hukum yang sering kita kenal seperti hukum pidana, hukum perdata, hukum tata negara, hukum administrasi negara, hukum pajak, hukum adat, hukum islam, hukum internasional, hukum lingkungan, hukum agrarian bahkan hukum acara.

Banyak orang masih berpikir apatis terhadap penegakan hukum sekarang ini, tentu wajar jika melihat realitas yang terjadi di dunia hukum kita sekarang. Namun apakah dengan keadaan yang seperti itu akan berdiam diri, membiarkan keburukan terus merajalela dan ketidakadilan dimana-mana. Itu juga menjadi salah satu keinginan saya kala itu mengambil jurusan hukum. Perlu orang-orang baru yang tak sekedar pandai hukum tetapi juga mampu mengatakan apa yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah.

Alasan  mengikuti beasiswa

Pertama alasan saya memang ekonomi, karena menilik keluarga saya yang kekurangan dalam hal materi ada keinginan dalam diri untuk sedikit bisa meringankan beban yang ditanggung orang tua tanpa harus mengurangi intensitas menuntut ilmu maupun berorganisasi. Saya lahir di Sukoharjo dan besar di Klaten dari sepasang suami istri, Wijiyanto yang seorang petani dengan pengasilan yang tak tentu dan Sulastri yang seorang guru SD yang penghasilannya seringkali habis di tengah bulan. Pun ditambah dua adik yang masih sekolah juga, SMA dan SD yang sebentar lagi menginjak bangku SMP. Mereka semua membutuhkan pendanaan dari orang tua yang sama. Artinya sangat sulit bila hanya mengandalkan aliran dana dari ibu saja.

Saya mendapat info bahwa selain menawarkan beasiswa uang, terdapat juga program pembinaan. Saya menjadi semakin tertarik mengikuti beasiswa ini, selain uang saya dapat meningkatkan kualitas diri saya yang nantinya pasti akan dibutuhkan dalam mengarungi kehidupan di luar kampus. Bermodal nilai akademis yang bagus saja tak akan bisa menjamin dapat sukses di masa depan masih diperlukan softskill yang tak pernah diajarkan di bangku perkuliahan.

Selain itu alasan menambah link juga menarik perhatian saya, dengan banyaknya berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai jurusan dan kelompok dapat menambah jaringan saya. Banyak diantaranya mahasiswa yang lulus dengan IPK bagus dan berkapasitas jempolan tidak dapat bersaing dengan lulusan biasa-biasa saja dikarenakan hanya persoalan jaringan yang berakibat kemampuan yang ia miliki tak dapat tersalurkan.

Rencana setelah lulus kuliah

Lulus kuliah saya masih ingin melanjutkan studi master keluar negeri mengambil International Bussiness Law yang nantinya akan berujung pada pendidik mahasiwa (dosen). Saya dari dulu memang bercita-cita menjadi pendidik seperti ibu saya. Menjadi pendidik itu  nikmat dan nyaman, selain itu bisa kaya ilmu walau tak kaya materi. Sampai sekarang saya juga masih sepakat  dengan pendapat bahwa lewat bangku perkuliahanlah orang-orang besar dicetak. Rata-rata pemimpin negara kita memang terlebih dahulu dicetak lewat bangku perkuliahan sebelum terjun ke lapangan. Kampus sebagai “kawah candradimuka” calon pemimpin bangsa mempunyai peran sentral dalam pembangunan negara ini di masa depan. Dalam kampus lah terletak mahasiswa sebagai agen of change, iron stock maupun social engineering dalam membangun paradaban yang lebih baik. Harapan semua pihak tentunya kampus menjadi episentrum perubahan bangsa yang selama ini dicita-citakan.

Salam Perubahan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s