Aku, dakwah dan tarbiyah

“ Kami tidak mengharapkan sesuatu dari manusia; tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya, tidak juga popularitas, apalagi sekedar ucapan terima kasih. Yang kami harap hanyalah pahala dari Allah, Dzat yang telah menciptakan kami”

Imam asy-Syahid Hasan Al-Banna

Mengawali tulisan ini dikutip perkataan dari Hasan al-Banna yang mengingatkan kita tentang niat. Satu hal yang menjadi pembuka di Hadits Arba’in Imam An-Nawawi, bahwa memang setiap melakukan dakwah adalah harus dengan ikhlas, bukan mengharap balasan duniawi yang hanya sesaat tapi lebih besar dari itu semua adalah Ridho Alloh yang berbuah surga, sering di dalam bahasa AlQuran mengaitkan dengan sungai-sungai yang mengalir di dalamnya dan kita kelak akan kekal di dalamnya. Konsistensi orientasi atau niat langkah ini penting artinya, karena dengan lemahnya orientasi maka lemahnya bangunan dakwah pun nyata terlihat.

Setiap kita adalah dai sebelum apapun, sesuai hadits Rasulullah bahwa sebagai seorang muslim kita dituntut untuk senantiasa mengajak kepada kebaikan, mengajak kepada islam karena Islam merupakan perwujudan kebaikan itu sendiri. Tujuan berdakwah sendiri juga salah satunya adalah menjadikan diri bermanfaat terhadap sesama. Dengan menebarkan manfaat itulah kita akan mempunyai pengaruh yang besar apalagi pengeruh yang baik. Selain itu pun kita tentu masih ingat bahwa sebagai manusia kita ditugasi menjadi Khalifah dimuka bumi. Dalam menambah pengaruhnya seorang khalifah tidak hanya didasari kekuatan fisik semata tetepi juga adanya tarbiyah islamiyah yang merupakan bekal dalam setiap melangkah. Karena tarbiyah juga menghendaki adanya ilmu sebelum beramal dalam dakwah.

Sesungguhnya inti kekuatan dakwah adalah ada pada pembinaan atau tarbiyah. Tarbiyah dengan wadah utamanya berupa halaqoh atau liqo, telah mampu menghasilkan kader-kader dakwah yang tangguh dan kader-kader itulah, termasuk kita InsyaAlloh, yang kelak akan menyebarkan syiar islam keseantero tempat.

Dengan sedikit berpikir dalam, aku pun perlahan paham bahwa pada hakikatnya penyebaran dakwah adalah penyebaran tarbiyah. Tanpa tarbiyah, penyebaran dakwah akan berlangsung temporer dan sporadis, tidak akan langgeng dan sistemik. Hingga Hasan al Banna pun telah mewasiatkan kepada kita tentang pentingnya tarbiyah sebagai inti kekuatan dakwah,”Islam sangat menganjurkan agar para pemeluknya membentuk kumpulan-kumpulan bernuansa kekeluargaan (usrah) dengan tujuan mengerahkan mereka untuk mencapai tingkat keteladanan, mengokohkan persatuan dan mengangkat konsep persaudaraan diantara mereka dari tataran kata-kata dan teori menuju kerja dan operasional yang konkret. Oleh karena itu, bersungguh-sungguhlah engkau wahai Saudaraku untuk menjadi batu bata yang baik dalam bangunan islam ini”

.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s