Yang pergi dan tinggal…

Memaknai seluruh perjalanan hidup yang terlewati, banyak hal terjadi, banyak orang datang dan pergi, banyak amanah yang menanti kita dan dinanti diselesaikan. Seolah semua melaju begitu cepatnya. Entah, apa ini cuma perasaanku saja atau memang kenyataannya seperti itu. Waktu memang ibarat pedang (pepatah arab) yang tebasannya cepat hingga sanggup memotong apapun yang dilewatinya. Kadang kala ku berhenti sejenak mencoba melihat “spion” sejauh mana tlah kulewati takdirku dan apa yang sudah kulakukan, semoga semua itu bisa menjadi lautan hikmah dan pelajaran yang kan berguna kelak di masa depan.

Diantara perjalanan hidup yang ku peroleh dalam hidup ini adalah fakta bahwa wazan atau timbangan seseorang dalam hati kita, atau dalam komunitas kita biasanya baru menjadi nyata dan jelas setelah orang itu pergi. Mungkin ini salah satu hikmah mengapa islam melarang kita menyanjung orang hidup secara berlebihan, karena kita tak akan pernah tahu bagaimana hidupnya akan berujung.

Setelah seseorang pergi, kita akan segera tahu “ruang kosong” apa yang ditinggalkan orang itu di dalam hati kita, atau dalam komunitas kita. Kesadaran kita tentang ruang kosong itu tidak akan pernah begitu jelas selama orang itu masih hidup atau bersama kita,namun akan menjadi sangat jelas ketika orang itu pergi.

Maka setiap pertemuan buatlah selalu bermakna, kadang pertemuan singkat bisa menorehkan kenangan mendalam…

*Ditulis saat pusing belajar ujian mid, sambil menyelami kenangan bersama orang-orang terdekat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s