Kesederhanaanmu….

Jangan pernah melihatnya dari luar dengan senyum manis yang senantiasa dikeluarkan, beliau ahli menyembunyikan berbagai gundah di hati dan fikirannya, tentang dirinya yang sering sakit-sakitan, kecemasan akan ketiga anaknya yang masih memerlukan biaya sekolah, suaminya yang sering memerlukan biaya yang tak terduga, tentang penghasilannya yang tak sampai tersisa di pertengahan bulan.

Kemampuannya mengubah sedih menjadi aura ketenangan di wajah dan sikap seolah menjelaskan kepada siapapun yang mengenalnya dengan sebuah kalimat, “sampun, mboten wonten menapa-menapa”[1], sambil senyum mengembang ditambah lesung pipi yang terbentuk.

Orang-orang diluar mungkin sering tertipu dengan senyum dan ketenangannya. Hanya kepada orang-orang tertentu saja ia bercerita, terutama sering kepada anaknya yang paling besar ketika pulang dari kuliah di provinsi yang berbeda. Engkau, tak kan pernah tahu bahwa begitu cemasnya ia akan sebuah harapan untuk bisa menyelesaikan sekolah anaknya. Pantaslah jika sang ia membasahi pipinya dengan air mata bangga saat anak dari perempuan sederhana itu menyandang gelar diploma di tangannya dan sekarang melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Kalau Anda bertanya siapa perempuan paling sederhana yang pernah saya kenal, saya akan memperkenalkan Anda kepadanya. Saya bangga menjadi anaknya, ia ibu sekaligus guru saya.


[1] Indonesia: “Sudah, tidak apa-apa”

*Ditulis di meja perenungan, yang setia menemaniku dari SMA…sambil mata berkaca-kaca.

 

One thought on “Kesederhanaanmu….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s