Bahumu yang dulu kekar, Legam terbakar Matahari…

Tak seorangpun meragukan rasa sayangmu…

Menjadi sosok pelindung yang sabar…

Dimatamu masih terukir selaksa makna peristiwa…

Benturan dan hempasan terpahat dikeningmu…

Lembut bak kapas dengan keluarganya…

Namun, Keras terhadap diri sendiri…

Meskipun nafasmu kadang tersengal…

Kau masih bertahan…

Tuhan tolong sampaikan rasa sayangku untuknya…

Kurindukan saat-saat dulu…

 

Namun sekarang anakmu harus mandiri…

Petuah tentang hitam dan merah hidup ini tetap terpatri disanubari ini…

Doakan anakmu Ayah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s