Semakin….

Akhirnya bisa nulis lagi ni…

Akhir-akhir ini rasanya aneh banget dalam diri ini jadi tergerak untuk nulis, sekedar cerita tentang “Pendamping Hidup”. Yah, pernah ga sih kita ngerasa sangat butuh seorang wanita yang selalu berada disisi kita pada saat kita sedang “jatuh”. Rasanya menjadi berbeda ketika ada wanita itu, setelah sekian lama bersama perasaan itu berubah demikian cepat. Entah apa yang aku pikirkan sekarang, cuma pengen cerita potongannya aja sih.

Selama kuliah ini memang sering sekali ketika perjalanan jauh naik bis ke jakarta, ke bandung atau ke tempat lain pas malemnya aku selalu menatap kaca disampingku, dalam pikiranku bersliweran banyak angan-angan dan salah satunya tentang pendamping hidup kelak. dalam benak berkata ” enak ya ketika dalam perjalanan jauh kita bisa bareng ama istri ^^” rasanya jadi sepi ketika kita kemana-mana hanya sendiri, sepiii banget. walaupun disampingku ada kawanku tetep aja rasanya sendiri.

Setiap apa yang ingin kita miliki, pasti sebelumnya ada seleksi terlebih dahulu, nah begitupun pendamping yang juga harus dipilih yang paling cocok. Aku tipe orang yang serius dan jarang ketawa dan biasanya kata orang, orang seperti aku sukanya dengan wanita yang berkebalikan. Aku akui itu benar, aku pengen nanti pendamping yang selalu membuat ku tertawa dan menemukan sesuatu yang baru setiap hari intinya ga terlalu kaku, tapi ia juga harus serius ketika diajak serius. Soal umur tak jadi soal buat aku, yang penting kalo udah klik udah cukup.

Dan memang ada yang sedang menggelayuti di hatiku, diam-diam aku menaruh rasa padanya, Semoga wanita impian ku itu dijodohkan oleh Alloh padaku…AMIN….

Kuiringi dengan Lagu Ari laso-Hampa

Kupejamkan mata ini

Mencoba tuk melupakan

Segala kenangan indah

Tentang dirimu…

Tentang mimpiku

 

Semakin aku mencoba

Bayangmu semakin nyata

Merasuk hingga ke jiwa

Tuhan tolonglah diriku

 

Reff :

Entah dimana dirimu berada

Hampa terasa hidupku tanpa dirimu

Apakah disana… slalu rindukan aku

Seperti diriku yang slalu merindukanmu

Selalu merindukanmu

 

Tak bisa aku ingkari

Engkaulah satu-satunya

Yang bisa membuat jiwaku

Yang pernah mati

menjadi berarti

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s