Mata uang tunggal menjadi pilihan yang bisa dijalankan untuk ASEAN ?

Resiko kegagalan telah membayangi Yunani. Negara tersebut diprediksi tidak dapat membayar hutang-hutangnya setelah rentetan bailout dari ECB dan IMF. Sampai sekarang masih memunculkan diskusi apakah Yunani sebaiknya meninggalkan daerah Euro dan menggunakan mata uang lamanya, mengembalikan otoritas kebijakan moneternya ke Bank Sentral Yunani.

Sepertinya situasi bertambah buruk tersebut, merupakan kesempatan bagus untuk memutuskan apakah mata uang tunggal juga seharusnya diadopsi oleh ASEAN di masa depan, sebagai daerah yang kemungkinan besar akan berlanjut ke pada tingkatan berikutnya dari integrasi ekonomi.

Uni Eropa telah didaulat sebagai contoh yang paling maju dari integrasi daerah dengan mencapai perpaduan ekonomi dan moneter,  dicirikan  dengan negara-negara anggota mengadopsi mata uang tunggal.

Bagaimanapun juga, pasti ada harga yang harus dibayar ketika menggunakan Euro, sebagai mata uang adalah diatur oleh bank central Eropa. Bank central dalam negeri tidak bisa lagi mempunyai kekuatan untuk mengatur kebijakan moneter.

Kebijakan moneter terintegrasi tidak bagus ketika negara-negara anggota mempunyai tingkat suku  inflasi yang berbeda karena kondisi perekonomian yang berbeda dan harus mengikuti kebijakan moneter Bank Sentral yang supranasional.

Masalah-masalah mulai terjadi bila satu atau dua negara anggota tidak dapat mengatasi permintaan  untuk mengatur suku bunga karena perbedaan dalam negeri. Konflik kepentingan kemungkinan besar terjadi sebagai anggotanya pun harus juga bersabar bila Bank Sentral mengatur suku bunga untuk menolong negara yang bermasalah atau untuk menopang stabilitas di daerah tersebut secara keseluruhan.

Krisis hutang Eropa telah menunjukan bahwa ekonomi yang terintegrasi tidak cocok untuk suatu daerah bilamana negara-negara didalamnya mempunyai kapasitas yang berbeda dan kurang baik dalam manajemen fiskal, sebagai contoh adalah Yunani. Mata uang tungal mungkin tidak lagi jadi pilihan yang bisa dijalankan. Resikonya akan menjadi terlalu tinggi bila ASEAN memaksa dengan caranya di depan, ditengah disparitas ekonomi saat ini.

Negara-negara anggota ASEAN biasa digolongkan dalam dua kelompok ekonomi yang berbeda. Yang pertama adalah ekonomi maju, Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, the Philippines, Singapore and Thailand dan kelompok kedua  negara ekonomi kecil , Cambodia, Laos, Myanmar and Vietnam, yang dikenal dengan kelompok CLVM.

ASEAN harus memutuskan apakah akan mengambil langkah selanjutnya pada ekonomi yang terintegrasi dan beralih ke mata uang tunggal dengan Bank Sentral yang supranational yang mengkoordinir kebijakan moneter negara-negara anggota. Sementara itu bayangan untuk mengadopsi mata uang tunggal masih sangat jauh dan hanya dibatasi kemungkinan secara akademis, ASEAN tidak dapat mengabaikan fakta bahwa penggabungan ekonomi dan moneter tidak seharusnya menjadi pilihan ketika disparitas suku inflasi diantara negara-negara anggotanya masih lebar.

Krisis hutang Eropa telah mengajarkan pelajaran pahit yang lain dari ketidaksiapan ekonomi. Level hutang tertinggi terjadi pada negara-negara PIIGS (Portugal, Ireland, Italy, Greece and Spain) didorong oleh kegelisahan setelah krisis pada 2008 dan membawa pada rangkaian uang jaminan (bailout).

Selama krisis ekonomi tersebut, pengaruh buruk keuangan menular, investor-investor menarik diri, menyebabkan  modal keluar dan likuiditas semakin kering. Krisis likuiditas biasanya menyebar ke daerah lain dan memicu efek domino seperti penurunan mata uang secara dramatis, pasar persedian saling berbenturan dan obligasi pemerintah gagal, setelah itu IMF masuk ke permasalahan.

Resep klasik IMF biasanya menyebabkan bencana-bencana  yang lebih lanjut, menawarkan solusi-solusi yang membuat permasalahan baru seperti mewacanakan berhutang lebih banyak dengan hasil yang tinggi, privatisasi perusahaan milik negara, liberalisasi pasar dan penjualan aset. Pemerintah harus mengakhiri rencana subsidi dan penyehatan, memicu kenaikan deflasi dan konsumsi rendah.

Krisis hutang Eropa telah mengajarkan ke dunia dengan baik tentang harga mahal yang harus dibayar dari mata uang yang terintegrasi. Mata uang tunggal mungkin tidak bisa lagi menjadi pilihan yang dijalankan, untuk sekarang dan di masa yang akan datang.

One thought on “Mata uang tunggal menjadi pilihan yang bisa dijalankan untuk ASEAN ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s