Mengkambing hitamkan kebenaran

Sahabat seiman, entah mengapa banyak yang tak dapat menjawab, mengapa diri masih terdiam tak bergerak, padahal begitu banyak tugas dan kewajiban yang menanti, kebutuhan mendesak pun tak dapat ditunda lagi, apalagi sejuta harapan di dada begitu besar.. tetapi mengapa diri ini masih juga terdiam? Semoga rangkaian bait dzikir pagi tak terlewatkan mebasahi lisan yang kering hati yang gersang..

Sahabat seiman, jika yang sederhana nan ringan saja terasa berat dan bila kebutuhan pokok saja tak dapat terpenuhi, akankah kita berharap kebutuhan tambahan didapatkan?

Tapi lihatlah diri ini sahabat, begitu mudah ia melemah, dengan gampang syaitan menerkam diri untuk selalu mencari-cari alasan untuk tetap terdiam, meski tak pantas alasan tersebut diterima

Sahabat seiman, seperti Bani Israil yang seenaknya menyatakan permusuhan kepada Jibril, menjadikannya kambing hitam demi mengingkari kebenaran hanya karena ia yang membawa Al Quran kepada Nabi Muhammad SAW (laa hawla walaa quwwata illaa billaah), semoga ayat berikut menjadi peringatan, artinya:

“Katakanlah: “Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, Maka (karena) Jibril itu Telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” (Q.S. Al Baqoroh: 97)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s