Anomali lahirnya PANCASILA (1): Komparasi Buku Muh. Yamin dan AB Koesoema

Dimulai dari ‘Kekalahan’ Jepang secara beruntun dalam perang (PD II) melawan sekutu ‘memaksa’ pemimpin administrasi militer di Indonesia yaitu Hayashi menganjurkan kepada Pemerintah Jepang memberi janji kemerdekaan kepada bangsa Indonesia, sebab berdasarkan pengamatannya kesengsaraan bangsa Indonesia di bawah pemerintah Tentara Pendudukan sudah tidak tertahankan lagi. Maka kalau Jepang secara eksplisit tidak memberikan janjir kemerdekaan itu kepada pemimpin-peminpin Indonesia tentu mereka akan berbalik melawan Jepang. Kalau itu terjadi, maka keadaan Jepang tentu tidak dapat diselamatkan lagi. Saran ini kemudian diterima oleh Pemerintah Jepang dibawah Perdana Menteri Koiso. Maka tanggal 7 September 1944, Koiso mengumumkan ke seluruh dunia di muka sidang ke-85 Parlemen Jepang bahwa Indonesia akan diberi kemerdekaan dalam waktu dekat[1].

Pemberian kemerdekaan dan bayangan kekalahan Jepang tersebut akhirnya ‘memaksa, mereka untuk mengumumkan pembentukan Dokuritsu Zyumbi Tyoosakai yang disebut kemudian sebagai Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), pada tanggal 1 Maret 1945 dengan tugas menyiapkan Rancangan Undang-Undang Dasar bagi Indonesia dan diangkatlah pada 29 April 1945, Dr. KRT. Rajiman Wedyodiningrat sebagai ketua.

Sidang pleno BPUPKI pertama mulai diadakan dari tanggal 28 Mei sampai dengan tanggal 1 Juni 1945 berakhir dengan deadlocked. Pada sidang itu terjadi polarisasi yang masih tajam antara kaum nasionalis sekuler dan nasionalis islami yang masing-masing mengajukan bentuk negara sesuai keinginannya. Dalam buku Naskah Persiapan Undang-Undang Dasar, Muh. Yamin menyebutkan bahwa tanggal 29 Mei belia mengusulkan dua kali lima dasar negara yakni, secara lisan pada waktu pagi dan secara tertulis pada waktu sore yang bisa kita katakan hampir sama persis dengan Pancasila yang berlaku sekarang. Selanjutnya tanggal 31 Soepomo menyampaikan dasar negara yang Integralistik, lalu tanggal 1 Juni Soekarno Mengusulkan Pancasila yang isinya berbeda dengan Pancasila yang sekarang. Disini bisa dilihat bebarapa persoalan menarik, yakni:

Pertama, beberapa founding father Indonesia misalkan Hatta dan Ruslan Abdulgani membantah bahwa Yamin pernah mengusulkan dasar negara, menurut mereka Yamin tdak pernah mengusulkan apapun dan hal itu hanya karangan Yamin setelah beberapa tahun Indonesia merdeka. Meskipun dalam buku itu terdapat kata sambutan dari Presiden Soekarno yang katanya buku itu merupakan “Lautan Sejarah Indonesia”. Bisa jadi, Yamin memang mencari posisi strategis dalam sejarah Bangsa Indonesia. Namun kita bisa jadi kebingungan ketika menilik buku karya AB Koesoema berjudul Lahirnya Undang-Undang Dasar 1945 yang terbit pada tahun 2003 sekaligus menambah keyakinan bahwa memang Yamin tidak pernah mengusulkan dasar negara seperti yang terdapat dalam bukunya. Bahkan lebih jauh lagi terdapat beberapa data lain yang bertentangan dengan apa yang ditulis Yamin.

Kedua, dalam bukunya Yamin tidak memuat isi pidato wakil-wakil dari kelompok islam. Catatan yang dimuat diawali tangga 29 Mei langsung ke 31 Mei melewati tanggal 30 Mei yang pada hari itu terdapat juga Sidang BPUPKI. Ada kecurigaan bahwa pidato-pidato tersebut tidak ditampilkan untuk mengendurkan semangat kelompok ini. Di luar negeri sana 30 Mei ini dimasukankan BJ Bolland dalam desertasi Doktor-nya “The Strugle of Islam in Modern Indonesia” bahwa kelompok islam menyampaikan usul-usul tentang negera Islam dengan argumentasi dan retorik yang sangat tinggi. Bila ditilik juga pada awal pidato Soepomo pun menyinggung tentang pidato yang disampaikan kelompok nasionalis islam dan nasionalis sekuler, sehingga beliau mengusulkan alternatif lain, yakni Negara Integralistik.


[1] Harry Benda, Irikura, dkk., 1965, Japanese Military Administration in Indonesia Selected Documents, Southeast Asia Studis, Yale University. hlm.244-345

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s