Jadi Murobbi, Mau ??

sang_murabbi

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”(Q.S AI-‘Imran : 110)

Hendaklah kamu menjadi orang-orang yang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan AlKitab dan disebabkan tetap mempelajarinya. “ (Q.S. Ali Imran :79)

Ikhwafillah,Di era globalisasi yang semakin pesat kini,kita sebagai umat manusia dituntut untuk dapat bersaing dan berkompetisi antar satu sama lain.Bahkan tidak hanya dengan satu bangsa dan juga satu agama saja,namun kita pun dituntut untuk bersaing dengan manusia bangsa lain di seluruh penjuru dunia.Agar dapat menjadi manusia yang eksis dan bertahan di dalam kehidupan.

Namun tanpa disadari,ditengah persaingan global ini,banyak dari kita yang terlalu sibuk dengan bangunan-bangunan yang telah kita bangun.banyak yang melupakan urusan hariannya yaitu kewajiban kita yang paling hakiki,yaitu berhubungan dengan sang Rabb,sang maha Pencipta,dan Zat yang menggenggam hati kita,hingga akhirnya timbullah degradasi akhlak dan moral kita di dalam menjalani kehidupan bermasyarakat yang seharusnya kita sebagai hamba diciptakan untuk beribadah dan mengabdi terhadap-Nya,seperti yang tertera di dalam surat Adz-Dzaariyaat:56

Dan tidaklah aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

( Adz Dzaariyaat:56}

Oleh karena itu, disanalah letak urgensi tarbiyah (pembinaan),bagaimana kita sebagai umat terbaik seperti yang disampaikan diatas dan dikatakan oleh Allah di dalam surat AI-‘Imran ayat 110 untuk menyampaikan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar melalui proses tarbiyah yang kita lakukan kepada umat.Agar ketika kita sebagai umat muslim yang menghadapi tantangan yang merupakan sunatullah dari rangkaian fase kehidupan akhir zaman dapat melewatinya dengan selamat dan kembali ke jalan yang lurus(shirotol mustaqim)

Ada sebuah pernyataan yang menarik yang cukup familiar di kalangan aktivis dakwah tarbiyah yaitu tarbiyah bukan segala-galanya,namun segala sesuatunya tidak dapat terjadi tanpa tarbiyah.banyak makna yang dapat disimpulkan dari pernyataan ini.namun satu hal yang dapat disimpulkan bahwa tarbiyah itu penting di dalam menjalani kehidupan berislam dan memahamkan kepada sesama muslim untuk dapat kembali ke asholah(keorisinilan) kita sebagai umat muslim agar dapat kembali ke dalam Quran dan Sunnah.

Karena sesungguhnya ketika kita sebagai umat islam menjauhi Kitabnya,maka kita tidak akan pernah kembali jaya,dan jika umat islam kembali memuliakan kitabnya,maka niscaya izzaltul islam akan kembali dengan sendirinya yaitu berupa peradaban modern yang sebenarnya adalah menuju peradaban islam itu sendiri

Ketika kita berbicara tentang tarbiyah,maka disana ada orang yang disebut sebagai murobbi.Berbicara tentang murabbi, tidaklah seseorang mempunyai gelar ini melainkan ada ruh untuk membina dalam dirinya. Murabbi berasal dari kata rabb yang berarti memelihara.Tugas murabbi adalah menyampaikan risalah Allah dan tuntunan Rasul saw/ assunah dalam kerangka tarbiyah. Karenanya, membina merupakan modal awal bagi seorang murabbi, yang penting bagi penyelenggaraan halaqah . Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut di dalam buku pintar mengelola Halaqoh dan juga tips dari satria hadi lubis

1.      Membina halaqah adalah kewajiban syara

Menuntut ilmu wajib hukumnya dalam Islam. Apalagi jika yang dituntut itu ilmu Islam. Cara yang paling efektif menuntut ilmu Islam adalah melalui halaqah, seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad saw. Menurut kaidah fiqih, jika pelaksanaan kewajiban membutuhkan sarana, maka sarana itu menjadi wajib untuk diadakan. Logikanya, jika menuntut ilmu Islam itu wajib dan cara yang paling efektif menuntut ilmu Islam adalah halaqah, maka halaqah menjadi wajib diadakan.

Halaqoh tidak bisa berjalan tanpa adanya dua pihak, pengajar (murobbi) dan peserta (madâu). Karena itu, menjadi murobbi dan peserta menjadi wajib juga. Allah berfirman : “..Hendaklah kamu menjadi orang-orang robbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya(QS. 3 :79). Pada ayat tersebut, Allah memerintahkan setiap muslim menjadi murobbi (mengajarkan Al Kitab) dan sekaligus menjadi peserta halaqah (mempelajari Al Kitab). Tidak boleh hanya mau menjadi peserta, tapi tidak mau menjadi murobbi. Jadi kesimpulannya, setiap muslim wajib mengupayakan dirinya untuk menjadi murobbi.

2.      Membina halaqah adalah sunnah Rasul

Membina halaqah berarti melaksanakan sunnah Rasul, sebab Rasulullah saw senantiasa membina para sahabatnya dalam majelis zikir atau halaqah. Selama hidupnya, Rasulullah saw selalu membina halaqah, baik ketika di Mekah (contohnya di Darul Arqom) maupun di Madinah (contohnya majelis ta’lim di Masjid Nabawi). Jadi, membina halaqah adalah melaksanakan sunnah rasul.

3.      Membina halaqah bisa mendatangkan pahala berlipat ganda

Barang siapa yang mengajarkan Islam kepada orang lain maka ia akan mendapatkan pahala. Semakin efektif sarana pengajarannya, semakin berlipat ganda pahala yang akan didapatkan. Halaqah adalah sarana paling efektif untuk mengajarkan Islam. Karena itu dengan menjadi murobbi, seseorang akan meraih pahala yang berlipat ganda.

4.      Membina halaqah adalah sarana untuk mencetak pribadi-pribadi unggul

Nabi Muhammad saw adalah murobbi yang telah berhasil mencetak generasi terbaik sepanjang masa. Karena itu, dengan menjadi murobbi berarti kita telah turut membina terwujudnya pribadi-pribadi unggul harapan umat dan bangsa. Sangat disayangkan jika seorang muslim tidak mau menjadi murobbi padahal ia sebenarnya sedang melakukan tugas besar dan penting bagi masa depan umat dan bangsa.

5.      Membina halaqah merupakan sarana mempelajari berbagai keterampilan

Dengan membina, seorang murobbi akan belajar tentang berbagai hal. Misalnya, ia akan belajar tentang bagaimana cara meningkatkan kepercayaan diri, komunikasi, bergaul, mengemukakan pendapat, mempengaruhi orang lain, merencanakan sesuatu, menilai orang lain, mengatur waktu, mengkreasikan sesuatu, mendengar pendapat orang lain, mempercayai orang lain, dan lain sebagainya. Pembelajaran tersebut tak akan didapatkan di sekolah formal. Dari sisi manfaat, pembelajaran itu bukan hanya akan meningkatkan kualitas pembinaan selanjutnya, tapi juga bermanfaat untuk kesuksesan hidupnya di masa mendatang.

6.      Membina halaqah adalah sarana meningkatkan iman dan taqwa

Dengan menjadi murobbi, seseorang dapat meningkatkan iman dan taqwanya kepada Allah SWT. Secara psikologis, seseorang yang mengajarkan orang lain akan merasa seperti menasehati dirinya sendiri. Ia akan berupaya meningkatkan iman dan taqwanya kepada Allah seperti yang ia ajarkan kepada orang lain. Dampaknya, hidupnya akan menjadi tenang karena dekat dengan Allah dan terhindar dari kemaksiatan.

7.      Membina halaqah adalah sarana merasakan manisnya ukhuwah

Untuk mencapai sasaran-sasaran halaqoh, murobbi dituntut untuk bisa bekerjasama dengan peserta halaqah. Kerjasama ini akan mewujudkan jalinan ukhuwah Islamiyah di antara murobbi dan peserta halaqah. Betapa banyak orang Islam yang tak dapat merasakan manisnya ukhuwah. Namun dengan menjadi murobbi, seorang muslim akan mendapat kesempatan untuk merasakan manisnya ukhuwah.

Ikhwafillah,Setiap masa ada pemudanya, di setiap masa ada kesulitannya,itulah sebuah kalimat yang dilontarkan oleh syaikhul tarbiyah kita,KH.Rahmat Abdullah.namun sesungguhnya pasti dibalik itu semua ada kemudahan.Seperti yang Allah katakan di dalam surat Al-Insyiroh ”Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”(Q.S Al-Insyiroh:5 ),oleh karena itu,mungkin di dalam proses pembinaan halaqoh yang kita lakukan mungkin ada ujian dan tantangan yang kita hadapi,namun yakinlah, di balik itu semua pasti ada kemudahan,karena allah sendiri yang menjanjikan kemudahan itu,So,jadi Murobbi,Mau ??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s