Korupsi di Daerah Istimewa Yogyakarta

korupsi

Korupsi di Daerah Istimewa Yogyakarta

Oleh : Taufiq Adiyanto

Pengertian

Korupsi, ya! Korupsi. Satu kata itu menjadi kata sakti di kalangan pejabat dan birokrat-birokrat pemerintahan. Korupsi menjadi praktek kotor yang digunakan para pejabat untuk mengeruk keuntungan dari yang bukan hak mereka.

Korupsi berasal dari kata berbahasa latin, corruptio yang artinya busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik atau menyogok. Menurut hukum di Indonesia, ada dalam UU No. 31 tahun 1999 jo. UU No. 21 tahun 2001 pada UU tersebut terdapat tiga puluh tindakan yang bisa dikategorikan sebagai tindak korupsi, namun secara ringkas tindakan-tindakan itu bisa dikelompokan menjadi:

1. kerugian keuntungan negara

2. suap-menyuap

3. penggelapan dalam jabatan

4. perbuatan curang

5. pemerasan

6. benturan kepentingan dalam pengadaan

7. gratifikasi/pemberian hadiah

Kalau kita tilik, praktek kotor ini sudah mengakar dan menjadi kebudayaan yang sulit dihilangkan kerena sudah bersifat sistemik dan meluas sejak masa Orde Baru sampai saat ini. Negara telah dirugikan ribuan triliun rupiah tanpa bekas dan tingkat pengembalian (asset recovery) terbukti sangat rendah.

Gara-gara korupsi

  1. Penegakan hukum dan layanan masyarakat jadi amburadul Ambil contoh lalu lintas, dari ngurus SIM sampai sidang kasus tilang tidak ada yang berjalan srbagai mana mestinya. Ujung-ujungnya pasti duit dan kekuasaanlah yang bicara.
  2. Pembangunan fisik jadi terbengkalai

Jangan bingung kalau melihat jalanan rusak atau gedung sekolah reyot, orang-orang tersebut mulai korupsi dari mengorbankan kualitas bahan bengunan supaya duitnya bisa di tilep, sampai bikin proyek yang ga’ perlu.

  1. Prestasi jadi ga’ berarti

Seharusnya orang bisa menduduki jabatan tertentu karena dia memang berprestasi dan kompeten. Tapi kenyataan bicara lain yang bisa menduduki hanyalah orang-orang yang punya uang dan kekuasaan.

  1. Demokrasi jadi ga’ jalan

Misal pemilihan kepala daerah, udah repot-repot dipilih, sebagian tetep aja lebih mengutamakan merka yang punya duit.

  1. Ekonomi jadi hancur

Ada dua kata kunci: Tidak Efisien. Mau mendirikan pabrik harus nyogok sana-sini. Para investor asing pun mau ke Indonesia jadi ogah. Kalo dah gitu rakyat lah yang jadi korban.

Begitu pula di Daerah Istimewa Yogyakarta, korupsi pun sudah mengakar dikalangan pejabat-pejabat publik, sedang penegakan hukum oleh Polisi untuk para pelaku korupsi pun mengalami pasang surut, apabila mulut polisi sudah ditutup dengan uang maka habislah perkara. DetikNews.com, Puluhan aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) demo di depan Markas Polda DIY. Mereka menuntut kasus korupsi buku ajar Sleman yang diduga melibatkan bupati Ibnu Subiyanto diusut tuntas.

Pemberantasan korupsi menjadi agenda wajib yang mau tidak mau harus dilakukan pemerintah kalau tidak ingin kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan menjadi luntur.

Data kasus Korupsi

INVENTARISASI KASUS KORUPSI DIY
YANG TAK TERSELESAIKAN HASIL LAPORAN MASYARAKAT

1. Dana Rekonstruksi Gempa Bantul=21,87%

2. Tower CDMA=12,5%

3. Bantuan Operasional Pendidikan=9,38%

4. Pengadaan jaringan Flexi=9,38%

5. Insentif Pemda=6,25%

6. Stadion Maguharjo=6,25%

7. Kasus lain dengan masing-masing presentasi 3,2%

1). Dana BLT

2). Dana Sutet Pendowoharjo

3). Pendidikan Gratis

4). Izin lahan perumahan

5). Pengelompokkan aktiva tetap DIY

6). Angpau Sultan

7). Izin mendirikan bangunan

8). Amdal Saphire square dan JEC

9). Pungutan liar di Polda dan Pengadilan Negeri

10). Suap-menyuap

11. Tender Proyek

POLLING KORUPSI PEMERINTAH DAERAH

TUJUAN POLLING

  • Mengukur tingkat kepercayaan masyarakat pada pemerintah khususnya dalam penanganan kasus korupsi daerah yang terjadi di Prop. DIY.
  • Memperoleh informasi dan gambaran respon publik terhadap isu atau persoalan kasus korupsi buku ajar di Kab.Sleman

* Polling menggunakan metode Simple random sampling

Terdiri dari:

1. kalangan akademisi: 21 orang

2. kalangan masyarakat umum:62 orang

3. kalangan praktisi hukum : 11 orang

4.kalangan mahasiswa : 39 orang

1. Apakah anda percaya pada program penegakkan hukum dalam pemerintahan daerah (termasuk program pemberantasan korupsi) yang dilakukan pemerintah?

Hasil:

> Masyarakat umum: ya=35,48%, tidak=62,92%, tidak tahu=1,6%

> Mahasiswa: ya=33,33%, tidak=64,1%, tidak tahu=2,56%

> Akademisi: ya=14,28%, tidak=71,4%, tidak tahu=14,28%

> Praktisi hukum: ya=54,55%, tidak=45,45%, tidak tahu=0%

2. Apakah anda yakin bahwa pemerintahan daerah (prov.DIY) bebas dari dugaan korupsi?

Hasil:

> Masyarakat Umum: ya=3,23%, Tidak=96,77%, Tidak Tahu=0%

> Mahasiswa: ya=0%, Tidak=100%, Tidak tahu=0%

> Akademisi : ya=0%, tidak=95,23%, tidak tahu=4,76%

> Praktisi hukum: ya=0%, tidak= 91%, tidak tahu=9%

3. Apakah anda percaya pada aparat penegak hukum di Prov. DIY dalam memberantas korupsi di DIY?

Hasil:

> Masyarakat Umum: ya=12,9%, Tidak=87,1%, Tidak tahu =0%

> Mahasiswa: ya=20,51%, Tidak=74,36%, Tidak tahu= 5,13%

> Akademisi: ya=9,52%, Tidak=76,19%, Tidak tahu=14,28%

> Praktisi Hukum: ya= 81,8%, Tidak=18,2%,Tidak tahu=0%

4. Apakah anda mengetahui mengenai kasus korupsi pengadan buku ajar di Kab.Sleman sbelum disebarkanya polling ini?

Hasil:

> Masyarakat Umum ya= 53,23%, Tidak= 45,17%, Abstain=1,6%

> Mahasiswa: ya=56,41%, Tidak= 43,59%, Abstain= 0%

> Akademisi : ya= 85,71%, Tidak= 9,52%, Abstain= 4,76%

> Praktisi Hukum: ya=63,6%, Tidak= 36,4%, Abstain=0%

5. Apakah anda percaya bahwa penanganan kasus korupsi pengadaan buku ajar di Kab.Sleman sudah mencerminkan nilai keadilan dan bersih dari unsur-unsur kecurangan?

Hasil:

> Masyarakat Umum: ya= 11.3%, Tidak=87,1%, Tidak tahu=1,6%

> Mahasiswa; ya= 12,82%, Tidak= 84,61%, Tidak tahu; 2,56%

> Akademisi: ya= 4,76, Tidak= 85,71%, Tidak tahu=9,53%

>Praktisi Hukum: ya= 27,3%, Tidak=72,7%, Tidak tahu=0%

*sumber:http://www.demajusticia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s