Metode Belajar Sewaktu Kuliah

Kesempatan kali ini, saya sedikit mau cerita soal metode belajar yang saya lakukan kurang lebih selama 4 tahun dibangku perkuliahan. Semoga bisa menginspirasi kawan-kawan sekalian yang dirasa belum efektif dalam belajarnya dan masih menempuh perkuliahan. FYI, sampai terakhir tulisan ini diturunkan saya saat ini masih aktif kuliah di Program S1 Reguler Fakultas Hukum UGM InsyaAlloh Konsentrasi Hukum Bisnis. Fokus metode belajar disini sebetulnya diperuntukan pada prodi yang berbau sosial, namun bagi rekan-rekan eksakta yang mau menyimak silakan bisa memperkaya khasanah keilmuan.

Yang pertama, jujur saja hampir semua metode belajar pernah saya coba dan tentunya diri sendiri sebagai objek eksperimen. Dari situ saya dapat menarik kesimpulan mana yang paling pas dan efektif untuk saya pada khususnya. Belajar waktu SMA dibanding dengan sewaktu tentunya berbeda. Kalau di perkuliahan menggunakan metode SKS (Sistem Kredit Semester) berdasar SCL (Student Center Learning) yang mau tak mau menuntut mahasiswa harus aktif dalam setiap sesi perkuliahannya.

Soal hasil IP pun jangan ditanya Alhamdulillah selalu diatas 3,6 dan pernah mendapat IP 4, bukan bermaksud sombong tetapi untuk menyakinkan para pembaca sekalian bahwa penulis pun bisa membuktikan. Bahasan kali ini bukan ingin memburuk-burukan metode yang lain, hanya saja saya mau sharing metode yang paling efektif bagi saya dan silakan dicoba.

  1. Semester-semester awal saya masih mamakai metode belajar standar sendiri yang masih terpengaruh masa SMA dengan baca dan mendengarkan dosen sewaktu kuliah. Yah, walaupun hasil yang didapat tak buruk namun rasa males kadang menghampiri. Metode standar inilah yang dipakai sebagian besar rakyat Indonesia tapi kelemahannya bagi yang tak bisa paham dalam sekali baca tentu sangat sulit ketika dihadapkan dengan bahan kuliah yang seabrek.
  2. Lanjut metode lainnya, yakni membuat catatan-catatan kecil yang berisi keyword dari materi-materi yang dipelajari. Awalnya kita diharuskan membaca terlebih dahulu dengan proses scanning (teknik membaca sekilas) sekaligus menandai hal-hal yang penting dengan stabilo warna. Setelah itu barulah ditulis ringkasan materi dalam lembar-lembar kecil, sekaligus kita mengingat. Hal ini mendasarkan kata Ali bin Abu Thalib ‘ikatlah ilmu dengan menulisnya’

Saya sadar bahwa masing-masing orang memang dikaruniai kemampuan dan memori yang bekerja secara berbeda. Maka dari itu untuk yang selanjutnya, coba kenali tipe belajarmu terlebih dahulu apakah audio/ visual/ kinestetik/campuran. Audio lebih menitik beratkan pada indra pendengar dalam merekam materi kuliah, maka dari itu keadaan fokus pada saat dosen manyampaikan sangatlah penting. Visual  lebih menitik beratkan pada indra penglihatan dalam merekam materi kuliah, maka dari itu melihat secara seksama pada slide maupun buku diktat sangatlah membantu. Lalu kinestetik, yang mengharuskan adanya gerakan dalam mengingat materi kuliah.

Pada akhirnya metode yang saya pakai saat ini adalah membuat kelompok belajar. Kenapa? Karena saya mempunyai tipe audio, jadi ketika teman yang lain membahas materi bersama tentunya saya akan kecipratan. Saya punya kelompok belajar dan kami juluki ‘forum intelektual’.

 

About these ads

2 thoughts on “Metode Belajar Sewaktu Kuliah

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s